Blog

Apa Yang Terjadi Jika Kita Berinvestasi Pada Pengembangan Skill Karyawan Lalu Mereka Resign?

Pengembangan skill karyawan adalah salah satu investastasi berbiaya tinggi. Program-program pelatihan cukup banyak memakan anggaran. Namun perusahaan-perusahaan yang bagus terus melakukannya.

Program pengembangan skill karyawan secara biaya memang akan langsung terasa di necara perusahaan, namun hasilnya tidak instan, tidak bisa langsung dirasakan jika dilihat dari sudut pandang cashflow perusahaan.

Namun para pimpinan dan pemilik perusahaan banyak yang meyakini bahwa jangka panjang perusahaan yang tidak berinvestasi pada pengebangan skill perusahaan akan kalah bersaing.

Program pengembangan skill karyawan sendiri, baik soft skill maupun hard skill bisa dilakukan di internal perusahaan misalnya melalui kegiatan sharing session, atau melalui program-program yang lebih formal, namun bisa juga dilakukan dengan mengirim karyawan ke pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pihak luar.

Kemajuan zaman membuat program pelatihan dan pengembangan skill karyawan menjadi semakin murah, efektif dan efisien. Saat ini banyak sekali pelatihan-pelatihan skill online yang dipadu dengan pelatihan offline yang bisa dilirik oleh perusahaan untuk peningkatan skill karyawan mereka.

Pelatihan online ini sendiri memiliki berbagai kelebihan, pertama soal fleksibilitas waktu, karyawan bisa melakukannya dengan waktu yang sepenuhnya bisa diatur dan di kontrol, kedua, pelatihannya bisa diakses dari mana saja asalkan ada gandet dan internet, sedangkan ketiga, secara budget juga lebih mudarh dan efisien.

Diskusi soal pelatihan dan pengembangan skill karyawan ini seharusnya terjadi di semua level karyawan, tidak melulu hanya di C-Level dan HRD saja. Setiap manajer adalah coach bagi timnya, dan setiap karyawan adalah coach bagi karyawan lainnya. Dengan mindset seperti ini perusahaan dapat terus tumbuh dengan sehat.

pict: unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *